Pages

Tuesday, July 3, 2012

Cerita Pagi

" Kak ( bukan nama sebenar ), temankan adik ( juga bukan nama sebenar ) pergi tandas. Adik nak buang air kecil "
" Ala, pergilah sendiri "

" Adik takut. Adik tak pandai. Temanlah "
" Minta tolong kipas tu temankan adik " tiba - tiba keluar idea nakal  sang kakak untuk mengusik si adik yang berusia 3 tahun tika itu.

" Kipas tu tak boleh berjalan " bijak si adik menjawab kembali.
" Kalau macam tu, minta tolong katil ni temankan adik " sang kakak masih lagi mengusik tanpa menghiraukan si adik yang sedang menahan air kecil.

" Katil ni besar sangat. Tak muat nak masuk toilet " jawab si adik kecil dengan wajah yang tidak berdosa.
" Mintala mama temankan " sang kakak mulai bosan melayan karenah si adik kecil.

" Mama tengah solat, mana boleh ganggu. Akak temankanlah " merayu si adik dengan suara yang sayu.

Tiba - tiba mama yang tengah solat bertukar wajah dan berpaling.

" Kakak ! Temankanlah adik pergi tandas tu. Ada pulak suruh benda tak hidup pergi temankan. " sambil tangannya memukul si kakak. Lembut.

Sang kakak dengan hati yang geram menarik tangan si adik ke tandas. Tiba saja di depan toilet,

" Dah pergi masuk " arah sang kakak dengan nada yang marah.
" Temankanlah " si adik kecil berusia 3 tahun tetap minta ditemani sehingga ke dalam tandas.

" Ish mengada sungguh. Kakak depan tandas ni ha. Cepat masuk. " 
" Nanti siapa nak tolong basuhkan? "

" Basuh sendiri, kakak tak nak tolong. Sebab adik kakak kena marah taw ! Pergi belajar biar lepas ni tak perlu minta teman orang lain dah. "

Si adik masuk ke tandas dengan muka yang sedih. Lebih tepatnya lagi, menangis tersedu sedan. Tatkala mendengar esak kecil si adik, sang kakak mulai merasa marah. Bimbang di dengar oleh mama yang tengah solat di dalam bilik. Belum sempat sang kakak melimpahkan amarahnya, mama terlebih dahulu masuk ke tandas membantu si adik sehingga selesai. Tanpa membuka telekungnya terlebih dahulu.

______________________________________________________________

Itulah pengorbanan mama. Hatta tengah solat pun tak sanggup mendengar rayuan si adik kecil yang belum mengerti apa - apa namun di perbodohkan oleh sang kakak.

Sang kakak *geleng kepala*. Pada mulanya niat ingin bergurau namun kerana di marahi mama, sang kakak mulai merasa tak senang hati.

Si adik, kesian. Belum mengerti apa - apa. Terlalu kecil namun dipermainkan sedemikian rupa oleh sang kakak. Walhal dirinya dalam kesulitan menahan air kecil.

Kisah siapakah di atas? Adakah ianya kisah benar ataupun hanya coretan penulis semata - mata? Al maklum, lama dah tak update blog. Kalau blog ni macam almari, agaknya pasti banyak sarang labah - labah di dalam nya ^____^

Inilah kisah lucu yang mencuit hati kecil penulis. Namun terselit juga rasa menyesal yang teramat sangat. Lucu bila mengingatkan betapa nakalnya sang kakak mempermainkan si adik yang belum mengerti apa - apa. Menyesal kerana mengenangkan betapa kejamnya sang kakak memperlakukan si adik kecil sedemikian rupa.

Eh? *kantoi*

Maaf adik kecil ku. Kakak tak berniat pun. Maklum la kakak kamu ni kan memang nakal sungguh. Hehe. Apa - apa pun kakak tetap sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang kamu adik kecil kakak, Afiif bin Ali ^______^



Terima kasih mama atas kasih sayang mu yang tak terhingga. Maaf la sara ni nakal terlebih sangat. Hehe.

2 comments:

liyana said...

nice story...
yana pn prnh jadi kakak yg nkl cmtu.>:P

Syim Mohammad said...

sweetnye cerita tok, huhu.. sob sob :D